Tadi sore, sembari melepas penat yang melanda, leyeh-leyeh santai sambil menonton tayangan jejak petualang, episode Himalaya. Tau ni episode dari iklannya di Trans7, kalian tau kawan, sejak dahulu kala, yang namanya tayangan tentang petualangan secara nyata aku paling suka, pertama kali waktu liat di Discovery channel, petualangan seorang manusia dengan kehidupan alam, mengenal, mempelajari alam dan kehidupan yang berada disana, dimulai dari mengenal jenis tanaman, hewan, sampai dengan interaksi dan kaitannya dengan apapun di sekitarnya
dan bagiku itu Menakjubkan, subhanallah.. sungguh rasanya ga akan bosan, karna aku membayangkan akan selalu menemukan hal yang baru dan begitu ajaib, aku begitu terpesona dibuatnya, oleh tayangan-tayangan tentang alam ini, begitu pula ketika tayangan tentang sejarah sebuah tempat, terutama tempat yang mempunyai pemandangan yang super indah, seperti Himalaya ini… Pegunungan tertinggi di dunia, dengan salju abadi diatasnya
Mengetahui tema episode kali ini, aku langsung menghapal waktu tayangan tersebut, baiklah senin-rabu pukul 16.00, hehe itulah manusia, meski sibuk sedari pagi mpe sore, kalo yang namanya udah niat, udah usaha ya pasti akan ada jalan, nyatanya walau badan amat sangat lelah karna mesti wara wiri dan mengurus ini itu di sebuah jeruji yang dinamakan birokrasi, masih bisa juga menyempatkan untuk menonton acara ini, padahal jujur sudah lama sekali aku jarang bisa nonton tipi sore-sore, karena pulang juga sore, dan ketika pada malam hari seringnya aku habiskan di depan “popo”, lappie kesayanganku yang esok hari genap berumur 2 tahun 5 bulan *ga penting banget yak
, seringnya dihabiskan dengan Online di YM, browsing sana-sini, baca sana-sini, n then nyamfah sana-sini
*fesbuk, plurk, twit, buzz, etc,.. etc
tayangan demi tayangan aku simak, Takjub aku melihat pemandangan di sekitar pegunungan Himalaya *brasa ad disana
, hehe,,, aku tak begitu menyimak detail nama tempat yang mereka kunjungi *karna sibuk dengan pikiran sendiri dan fokus dengan pemandanganny
, mmm,,, yang bisa aku simpulkan adalah mereka melakukan pendakian dari satu tempat ke tempat yang lain menuju puncak Himalaya, dan sebelum mencapai puncak, mereka harus menginap satu hari di setiap ketinggian tertentu dalam rangka penyesuaian kondisi tubuh *aklimatisasi kalo ga salah namanya
, dan hebatnya tempat itu juga disediakan penginapan dan berbagai fasilitas penjualan perlengkapan mendaki, dari atas kepala sampai ke ujung kaki , smuanya lengkap
, dan itu menjadi sumber penghasilan dari warga sekitar *ide cemerlang dari pemerintah kota tersebut ya (woot) ,, tak hanya itu, fasilitas keamanan dan penyelamatan pun lengkap, bagi pendaki yang dinyatakan harus berhenti dari kegiatan ini dikarenakan fisik yang tidak memungkinkan, akan ada helikopter yang siap sedia dipanggil untuk mengangkut mereka kembali pulang, pemandunya lhah yang bertanggung memerhatikan hal ini, dan memastikan setiap pendaki yang dipandunya akan baik-baik saja, sampai di puncak atau harus kembali pulang ke bawah karna kondisi yang ga memungkinkan tadi *keren
terlihat, Suasana disana sepertinya amat sangat dingin, ketinggian lebih dari 5000 meter dari permukaan laut *lhah waktu di Puncak aja aku kedinginan je, ga kebayang gmn disana*, reporternya aja mpe berat gitu napasnya kalo bicara, saking dinginnya. Perjalanan yang mereka lakukan ditempuh berhari-hari, karna itu tadi harus melakukan “aklimatisasi” agar tubuh ga kaget, amat terlihat betapa perjalanan mereka butuh perjuangan, tekad dan tentu saja fisik yang kuat, terdengar sesekali sang reporter berkeluh kesah, “capek, dingin, rasanya mau balik arah”, tapi semangat sang reporter dan rombongan pendaki ini memang patut diacungi jempol, top abisss… pantang menyerah, dan setiap kali mereka mencapai titik tertentu di pendakian, sang reporter akan menangis terharu, seakan tak percaya dia bisa melewati dan sampai disana *mpe merinding bayangin rasanya, karna ikutan hanyut, terharu (lebay mode on ) :P
Ok, jadi ibrah apa yang bisa kuambil dari tayangan tadi sore, hehe.. tadi terdengar sang komentator bilang gini “di setiap kesedihan akan selalu ada kebahagiaan andai kita mau menyadarinya, meski kita ga bisa melihatnya secara langsung, namun ia akan selalu ada”, yups..analoginya tadi para pendaki ga bisa melihat salah satu titik yang ingin mereka capai, melewati jalan yang terjal, bebatuan yang merintang, fisik mereka sudah amat lelah, waktu yang ditempuh pun sudah lama, dan rasanya mereka hampir putus asa, karna titik (gunung) tersebut tak kunjug terlihat, dan perjuangan mereka untuk terus bertahan membuahkan hasil, akhirnya mereka sampai, terbayarlah semua derita dengan kepuasan yang tak bisa diganti dengan apapun, senyum membuncah diiringi tangis haru rasa syukur.
Aku terdiam, dalam hati berteriak, aku ingin kesana jugaa… pernah bermimpi untuk bisa kesana *smoga Allah mendengar pintaku ini dan mengabulkannya
, ada banyak tempat yang ingin aku kunjungi, salah satunya adalah himalaya, eksotis, misterius dan menakjubkan. Walau entah kpn bisa terwujud, Setidaknya semangat dan perasaannya bisa kurasakan, merasuk di dalam hati, membuatku bersemangat menghadapi apapun rintangan dalam hidup, yups.. perjalanan masih panjang, it’s still a long journey
Sumber:
- Trans 7 (jejak petualang)
- http://ayopramuka.iblogger.org/?p=25
Sorry, comments are closed.
8:45 pm
dmn ada keinginan dan cita2 serta mimpi dsitu ada usaha tuk meraihx…*mbayangin gmn si amel naek k puncak himalaya* bs nurunin brt bdan brp kg ya…he..he..peace..
dmn ada keinginan dan cita2 serta mimpi dsitu ada usaha tuk meraihx…*mbayangin gmn si amel naek k puncak himalaya* bs nurunin brt bdan brp kg ya…he..he..peace..