Kulihat,
puing-puing sedang tergeletak
tak mampu dimengerti seperti apa bentuknya
tak menemukan pula perekat didekatnya
kalaupun ada ternyata tak semudah itu untuk mendapatnya
Kupikir,
Sepertinya puing-puing itu sedang ingin sendiri
mreka ingin sekali menjadi bentuk semula, menjadi sebuah benda bernama hati
Kuangkat,
Lempengan pipih itu, sebuah pesan tergores
Kutemukan,
kata ‘Sepi’, owh.. ada apa gerangan terjadi?
Kubaca,
Pesan selanjutnya…
Sepi, tak berarti tiada teman yang menemani
Sepi disini, hanyalah sbuah keadaan dimana tak mampu mengungkap perasaan diri
pun ketika diungkapkan rasanya belum ada respon yang tepat dari insani
puing sadar, ternyata benar hanya Illahi tempat ia kembali
Kurasa,
begitulah yg ingin dikatakan si puing hati
PS: mellow mode on
,, tapi judulnya aneh
sippp
*manggut-manggut* (lol)
kuku jariku … kuku tanganku… walah koq jadi langsung nyanyi liat judul postingan ini
wahhh maaf kesasar
lewat manah neh pintu keluarnya
hati yang telah retak sulit untuk disatukan kembali.
->
It’s a nice Poems
Ku ku ku….. seperti suara binatang… apa ya?
6:42 pm
jadi inget lagunya chikita meidy waktu masih kecil

kuku-ku kuku-ku
Sabar kawan, Allah akan meniadakan sepi itu di saat yg tepat, kebahagiaan itu akan datang di saat yang tepat; hanya dengan syarat yang sangat ringan, yaitu pandai mensyukuri segala nikmatnya, mampu mensyukuri nikmat yang sekarang dan menjadikan masa lalu sebagai pelajaran
Adududuh.. gue sok iya dueh..