Buku ini terlihat saat hari itu diri yang sedang gundah ini memutuskan untuk berjalan-jalan mengelilingi toko buku terbesar di kota ini, hyah.. aku butuh sesuatu yang bisa mengubah cara berpikirku, aku sedang merasa stagnan, tak sanggup memikirkan jalan lain untukku keluar dari perasaan perasaan yang menyesakkan dada ini, tilawah, sholat, merenung di pantai, untaian do’a selagi dhuha tak cukup menenangkan perasaanku, aku butuh cara lain, pikirku.
Ketika aku melihat buku ini, kalian tau apa yang ada dalam benakku, mmm.. keruwetan perasaan itu muncul dan berkeliling bagai roller coaster, meski ramai ditumpangi namun harus tetap berjuang sendirian menghadapi naik turunnya, kencang terpaan angin,lalu teriakan terdengar, terasa pusing, hanya bisa pasrah, dan nafasku memburu, aha! buku yang sepertinya akan PAS! untuk kubaca, aku tau dari judulnya, buku ini berkaitan dengan Emosi dan pasti ingin mengajarkan bagaimana mengontrol emosi-emosi yang merupakan salah satu kelebihan yang kita miliki sebagai manusia, ciptaanNYA yang begitu sempurna, yakni kita, manusia karya sang Maha Pencipta yang memang Allah lebihkan derajatnya dibanding ciptaanNYA yg lain..
Ok, saking tak sabarnya aku untuk membaca ini buku, selepas keluar dari pintu masuk toko ini, aku mencari tempat “nongkrong”, duduk menyepi sendiri, begitu fokus untuk segera membaca
, buku ini tak terlalu tebal, dan ternyata memiliki beberapa seri, buku yang kubeli adalah seri 1, sedikit kecewa karna tadi aku tak melihat seri-seri lainnya yang disusun berdekatan, “ah tak apalah, lain kali bisa cari lagi, selesaikan dulu bacaan yang ini, batinku”.
Tentang Emotional Quotient atawa Kecerdasan Emosi dan Emotional Quality Management (EQM), buku ini menekankan akan hal itu, dimulai dari definisi, latar belakang terbentuknya emosi, macam-macam emosi, ada istilah-istilah yang membantu kita mendefinisikan suatu emosi “carut marut” a.k.a “gado-gado” yang mungkin sering kita rasakan, penjelasan akan pandangan-pandangan yang salah kaprah mengenai emosi, emosi tak berarti selalu dikaitkan dengan kemarahan, namun ternyata memiliki banyak makna, kemudian diceritakan pengalaman-pengalaman orang-orang sukses yang secara tidak langsung mampu mengelola kualitas emosinya dalam menghadapi kehidupan, bagaimana cerdas emosi itu, tips-tipsnya, serta beberapa test untuk membantu kita sedikit banyak paham akan seluk beluk emosi.
Tentunya temen-temen pernah mendengar istilah-istilah lain yang berkaitan dengan kata “Quotient” ini, ada IQ (Inteligent Quotient), Sprititual Quotient (SQ), dan ESQ (Emotional Spiritual Quotient), namun terus terang aku ga punya kafa’ah untuk menjelaskan tentang macam lainnya ini, hobiku hanya membaca yang ingin kubaca
, mungkin juga karna aku belum berkesempatan mencari tau tentang “Quotient” lainnya lebih lanjut, hanya tau kulitnya saja, secara garis besar saja
Memang, buku ini ditujukan kepada anak muda *memangnya sekarang udah ga muda lagi pa?
*, hehe.. justru itu, karena kondisiku yang lagi begitu itu, aku mencari buku yang bahasannya dibungkus secara ringan, covernya aja menarik, lembar per lembar juga banyak warna, gambar dan kreasi, jadi ga bakal bosen, kata-kata bijak dari orang-orang terkenal akan langsung mampu direkam dalam otakku, salah satunya adalah, perkataan dari Ratu Beatrix “Sering merasa kesepian namun tak pernah merasa sendirian”, jika kalian membaca buku ini, maka akan mengerti makna ucapan Ratu Belanda yang tersohor ini ^^
Yups, akhir kata, five thumbs up buat sang penulis, jadi ingat aku dulu punya mimpi bisa memotivasi orang seperti ini, aku dulu berminat menjadi psikolog dan tak dapat dipungkiri kalau menyangkut psikologi aku memang amat antusias (gym), namun karna takdir menggariskanku ke lain hal, akupun tetap harus mensyukurinya, bukankah kesempatan-kesempatan itu masih ada, sekarang memang tergantung diriku ini, mau atau tidak menggapainya, insya Allah keinginan itu ada di dalam sanubari, cuma mungkin sekarang manajemen waktuku yang memang masih “kacau”, dengan tanggung jawab kerjaan dobel ini membuatku sedikit banyak ‘kerepotan’, hahay.. baru juga begini nduk, ini khan belum seberapa, tak apalah, yang penting aku berusaha tetap semangat menjalaninya, meski ‘keluhan’ manusiawi itu sering mengintaiku, untuk itulah salah satu alasanku membaca buku ini, dan hasilnya lumayan lho.. aku jadi menyadari satu hal, bahwa segala Proses Belajar apapun dalam hidup salah satunya memanage perasaan ini adalah proses belajar seumur hidup” CMIIW
Hallo anak nongkrong blog,
Numpang kenalan lagi ma rumah baru nih mel, yg lama dah ilang dari peradaban dunia maya. Tlg di link lagi yak , jzk.
SUKSES SELALU! :)
-adr-
@Yana: ^__^,, makasih dek ud ngertiin,, cari di Gramed dek , insya Allah ada
@Andri: Assalamu’alaikum,, lohaaa Bro, hehe.. sipp2,, dah tak buatin linkmu , salam sukses juga ^^
makasih ya, salam blogger! 
ngomong2 tahun baru, template baru nih. lagi go green yak.
,, lg nyari2 yg pas,, blom tau ni themes bakal bertahan lama pa ndak je
hehe, tema blognya dominan ijo-ijo!
manstapp!
so brightful, cheerful, and festiveful..
@Crizosaiii:
,, syukur deh
,, tarangkyuu boi
11:15 am
aku ngerti koq mbak sesama orang moody,,kudu mesti bisa memanage perasaa,hehe. humm..jadi pengen baca bukunya :)